• Gambar
  • Gambar
  • Gambar
  • HSN 2019
  • MASANe GAYA
  • MASANe GAYA 2
  • MASANe GAYA 3
  • OSIS

Selamat Datang di Website MTsN 3 KOTA SURABAYA. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MTsN 3 KOTA SURABAYA

NPSN : 20583877

Jl.Medokan Asri Tengah Surabaya


info@mtsn3kotasurabaya.sch.id

TLP : 031-8713429


          

Prestasi Siswa


Juara OSN 2016

Profesor Toshiko Kinosita mengemukakan bahwa sumber daya manusia Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi. Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan pen...



:: Selengkapnya

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 82064
Pengunjung : 28888
Hari ini : 97
Hits hari ini : 166
Member Online : 0
IP : 35.172.111.215
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

MTsN 3 Kota Surabaya Gelar Upacara Peringatan HSN 2019




MTsN 3 Kota Surabaya. Selasa (22/10) tepat pukul 07.00 WIB, Upacara peringatan Hari Santri  Nasional 2019 dilaksanakan di halaman MTsN 3 Kota Surabaya. Upacara diikuti oleh seluruh Civitas akademik MTsN 3 Kota Surabaya. Seluruh peserta upacara peringatan hari Santri Nasional  memakai seragam Santri, untuk putra berpakaian putih bersarung dan berpeci hitam, sedangkan untuk putri memakai seragam putih bawahan rok dan jilbab putih. 

Upacara terlaksana dengan tertib dan khidmat, karena dalam peringatan Hari Santri Tahun 2019 terasa istimewa dengan hadirnya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi pendidikan,  fungsi dakwah, dan fungsi pengabdian masyrakat. Tamatan pesantren memiliki hak yang sama dengan tamatan lembaga lainnya.

 

 

Dewi Latifah, Waka Humas selaku inspektur upacara membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam sambutannya ada Sembilan alasan dan dasar mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian diantaranya kesadaran harmoni beragama dan berbangsa, metode mengaji dan mengkaji, para santri biasa diajarkan untuk berkhidmah ( Pengabdian ), pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu di kalangan santri,gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur di pesantren, lahirnya beragam kelompok diskusi dalam skala kecil amupun besar untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius. Prinsip maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan pesantren, penanaman spiritual. (Dela)



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas